Desa Bungbaruh

Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan




Sejarah Desa Bungbaruh

Desa Bungbaruh merupakan suatu desa yang terletak di kawasan lembah dengan dikelilingi gunung-gunung tinggi dan penuh dengan pepohonan di Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kota dari desa bungbaruh terletak di Kabupaten Pamekasan. Kabupaten ini berbatasan dengan laut Jawa di Utara, Selat Madura di Selatan, dengan Laut Jawa di Utara, Selat Madura di Selatan, Kabupaten Pamekasan berada di tengah Kabupaten Sampang di Bagian Barat dan Kabupaten Sumenep di Bagiian Timur. 

Batas-batas Desa Bungbaruh dapat dilihat dengan pada bagian Utara berbatasan dengan Desa Kertagena Dajah, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Sokalelah dan Duko Timur, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kadur, sebelah Timur desa Kertagenah Tengah dan Gagah. Adapun Dusun-Dusun didesa ini berjumlah 12, antara lain : Berngerjat, Durbugan I, Durbugan II, Tobajah I, Tobajah II, Sakadduk Timur, Sakadduk Barat I, Sakadduk Barat II, Berjateh Dajah I, Berjateh Dajah II, Berjateh Laok I dan Berjateh Laok II.

Adapun asal usul nama Desa Bungbaruh berkaitan erat dengan sejarah masa lalu, dimana ada beberapa bersumber cerita yang berkembang dimasyarakat dan kemudian kami mengadakan penggalian informasi sejarah desa Bungbaruh kepada sesepuh desa, maka kami dapat menyimpulkan dari semua informasi yang kami dapatkan bahwa pada zaman dahulu di Desa Bungbaruh ini banyak tumbuh pohon Waru dalam Bahasa Madura disebut “Bung Bheruh” yang berasal dari kata “Bungkanah Beruh” atau dalam Bahasa Indonesia “Pohon Waru” dimana di susun Bungbaruh sendiri yang berbatasan dengan Desa Kertagena Daya. Perbatasan ini adalah tepat dialiran sungai di Dusun Bungbaruh, karena banyaknya pohon waru inilah maka kemudian dikenal sebagai nama Desa yaitu “Desa Bungbaruh”.

Selain sekilas asal usul dari nama desa, ada pula sekilas asal usul nama dari Dusun-Dusun yang ada di Desa Bungbaruh yang rinciannya sebagai berikut : a. Berngerjat yang dulunya disebut sebagai “Sumber Ngerjat”, asal mula nama Dusun ini adalah konon ceritanya ada sebuah sawah yang tiba-tiba keluar sumber besar tanpa ada yang mengali, jadi masyarakat disekitar semuanya kaget dengan meletusnya sumber

tersebut. Maka dijadikanlah nama Dusun Sumber Ngerjat yang sekarang lebih dikenal dengan nama Dusun Berngerjat., b. Durbugan I, asal mula nama Dusun Durbugan I ini diambil dari tempat air terjun yang menjadi tempat pemandian masyarakat dusun ini, asalnya “Durbug” itu tempat jatuhnya air dari atas gunung kemudian jadilah nama Durbugan yaitu tempat jatuhnya air., c. Durbugan II, dusun ini merupakan pecahan dari Dusun Durbugan I, alasannya dipisah karena masyarakat di dusun ini sudah melebihi dari batas maksimum untuk dijadikan 2 Dusun., d. Tobajah I, asal mula nama Dusun Tobajah I ini berasal dari pulau yang kemudian kering dan dijadikan tempat tinggal oleh masyarakat. setelah beberapa tahun kemudian masyarakat yang tinggal didaerah tersebut menemukan sebuah batu yang besar dan bentuknya seperti buaya yang kemudian masyarakat memberi nama daerah itu dengan batu buaya atau “Betoh Pejeh (Tobajah)”., e. Tobajah II, dusun ini adalah pecahan dari Dusun Tobajah I., f. Sakadduk Barat I, asal mula nama dusun ini adalah kawasan yang paling tinggi ketimbang dusun lainnya dan mempunyai sumber mata air yang besar dan sumbernya itu terdapat dibawah batu besar., g. Sakadduk Barat II, dusun ini adalah pecahan dari Dusun Sakadduk Barat I., h. Sakadduk Timur, sama seperti Sakadduk Barat II dusun ini juga merupakan pecahan dari Sakadduk Barat I., i. Berjateh Laok I, asal mula nama dusun ini adalah sebuah kawasan yang penuh dengan pohon jati dan dari sekian pohon jati itu, ada salah satunya yang dipinggir sungai. Kemudian dibawahnya terdapat sumber mata air., j. Berjateh Laok II, dusun ini merupakan pecahan dari Dusun Berjateh Laok I., k. Berjateh Dajah I, asal mula nama dusun ini adalah kawasan yang sama dengan Dusun Berjateh Laok, namun perbedaannya dusun ini terletak dibagian utara desa., l. Berjateh Dajah II, Dusun ini adalah pecahan dari Berjateh Dajah I.

Masing-masing dusun dipimpin oleh seorang Kepala Dusun atau Pamong Desa yang membawahi RT yang bertugas sebagai penanggung jawab keamanan sama halnya dengan desa-desa yang lain yang ada dikecamatan Kadur, Desa Bungbaruh juga telah mengalami beberapa pergantian kepala desa diantaranya adalah :

 1. Abd. Aziz ( - 1966)

 2. A. Subairi (1966 – 2007) 

 3. Djusub (2007 – 2019) 

 4. A. Fauzi M (2019 – Sekarang)